You are here: Home Berita Matematika Matematika itu menyenangkan…

Web Puri Pramudiani

Puri Pramudiani

BERITA PMRI

Matematika itu menyenangkan…

Pada suatu hari seorang guru dengan begitu semangatnya memasuki kelas untuk melaksanakan pembelajaran di kelas 3, di sebuah sekolah yang selama ini sudah dianggap rumah kedua baginya. Guru tersebut sangat berantusias sekali dalam mengajar, karena beliau sudah merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dari jauh-jauh hari. Beliau berharap agar pada pembelajaran kali ini, siswa-siswanya akan senang dengan pembelajaran yang akan beliau sampaikan, dan beliau berharap semua siswa memahami materi yang berhubungan dengan bilangan.

Setelah kurang lebih setengah jam, guru tersebut merasakan bahwa tidak semua siswa fokus terhadap pembelajaran, walaupun sebenarnya guru sudah menyiapkan alat peraga yang cukup menarik yang akan diberikan kepada siswa. Tetapi melihat suasana yang tidak begitu kondusif, guru menjadi ragu, apakah para siswa sudah siap mengikuti pembelajaran atau tidak, karena sebagian dari mereka masih ada yang ngobrol ketika guru menjelaskan di depan kelas.

Untuk meyakinkan rasa penasarannya itu, guru mencoba mendekati salah satu siswa, dan bertanya: “Apa yang sedang kamu pikirkan Nak….?”, guru melontarkan pertanyaan tersebut karena dari awal pembelajaran, guru memperhatikan siswa tersebut hanya termenung saja. Lalu siswa tersebut pun menjawab : “Ibu…saya lebih suka nonton film kartun daripada belajar matematika…!!!” Mendengar perkataan tersebut, guru terdiam sejenak. Memikirkan apa yang harus dilakukan agar siswanya dapat tertarik terhadap pembelajaran matematika, seperti selayaknya mereka menyenangi film kartun. Pada saat itu kebetulan materi yang diajarkan adalah “Letak Bilangan”. Entah kenapa dan entah datang dari mana, tiba-tiba inspirasi muncul dari guru. Mendengar statement dari siswa bahwa dia lebih menyenangi film kartun, guru tersebut menjadi teringat kepada tokoh kartun yang sangat terkenal dan merupakan salah satu idolanya saat guru tersebut masih kanak-kanak. Tokoh kartun itu adalah doraemon. Dengan tanpa disengaja, beberapa syair lagu dikumandangkan oleh guru tersebut di depan para siswa. “Kalian masih ingat dengan lagu Doraemon…?” kemudian sebagian siswa menjawab : “Masiiiiih….” Baik sekarang kita sama-sama menyanyikan lagu Doraemon agar kita semua semangat dalam pembelajaran kali ini, tapi sebelumnya kalian ikuti dulu ya syair lagu yang Ibu Guru nyanyikan untuk kalian…”

Aku ingin di tambah

Aku ingin di kurang

Ingin tambah, ingin kurang, banyak sekali

Semua-semua-semua…dapat dikabulkan

Dapat dikabulkan dengan letak bilangan

Aku ingin pintar skali matematika…Hai…belajar…belajar…

La..la…la….aku suka sekali

Matematika…..

Dengan menirukan gaya sahabat Doraemon (Nobita), guru sangat terkejut bahwa para siswa menjadi sangat interest dengan apa yang guru persembahkan di depan kelas. Hampir semua mata tertuju kepada guru. Kemudian guru meminta para siswa bernyanyi bersama-sama dengan memakai gaya dan ciri khas masing-masing.

Setelah melihat para siswa berantusias, guru memulai pembelajaran sesuai dengan apa yang guru tuliskan di dalam RPP. Pada pembelajaran letak bilangan ini, para siswa dituntut untuk dapat menentukan letak suatu bilangan dari urutan yang terkecil hingga terbesar, begitupun juga sebaliknya. “Syair dadakan” yang guru ciptakan itu bukan sembarang syair. Setiap kalimat yang guru cantumkan bertujuan sebagai pengetahuan awal siswa, di mana siswa dapat menentukan letak suatu bilangan dalam suatu permainan “menebak bilangan” yang menggunakan konsep penjumlahan dan pengurangan. Cerita selengkapnya mengenai pembelajaran letak bilangan ini dan jenis permainan apa yang guru pakai, dapat Anda lihat pada laporan observasi kelompok yang telah dipostingkan di halaman observasi.

Satu hal yang menjadi pelajaran berharga bagi guru tersebut adalah, hal yang paling sulit bukanlah membuat siswa memahami apa yang kita ajarkan, melainkan adalah bagaimana caranya menumbuhkembangkan semangat dan ketertarikan terhadap materi yang akan dipelajari oleh siswa. Walaupun syair lagu di atas hanyalah sebagian dari contoh kecil bentuk penegasan atau pendukung terhadap ketertarikan siswa terhadap pembelajaran matematika, tetapi pengalaman ini mencerminkan bahwa daya kreativitas guru sangatlah dituntut dalam pembelajaran PMRI.

Hits: 860
Comments (3)Add Comment
0

written by wilda, March 26, 2011
bu,,,jadi syair2 dan tindakan semacamnya yg dapat menarik perhatian guru tidak bisa dimasukkan dalma rpp ya?
0
Wonderful!
written by audemars piguet replica watches, March 01, 2012
I like this website
audemars piguet replica watches
0
bell & ross replica
written by bell & ross replica, March 16, 2012
I like u website , by the way ,i hope u like the perfect watches , go this website to have a look babe!!bell & ross replica

Write comment

busy
 

Statistik Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday12
mod_vvisit_counterYesterday44
mod_vvisit_counterThis week88
mod_vvisit_counterLast week296
mod_vvisit_counterThis month850
mod_vvisit_counterLast month989
mod_vvisit_counterAll days24571